Etika Berkendara,Ketika Sarung Tangan Dapur Dipakai Berkendara



Roadstreets -  Pakdhe sekalian di dalam berkendara kita diwajibkan untuk melengkapi surat-surat dan kelengkapan lainya apabila berkendara di jalan raya, Sim dan Stnk wajib hukumnya, kemudian kerdaraan kita juga harus memenuhi syarat layak jalan, sebagaimana telah diatur dalam UU, dan memenuhi regulasi yang telah ditentukan oleh pemerintah.

Spion, lampu utama, lampu sein, knalpot harus memenuhi regulasi, bahkan tutup pentil pun harus wajib dipasang demi keselamatan kita sebagai pengendara, kurang perhatian gimana coba Pemerintah sama keselamatan kita, itu untuk urusan kendaraan nah kalo untuk urusan keselamatan jiwa, yang wajib adalah helm, ga pakai helm dapat dipastikan akan kena semprit Polisi,  kenapa? karena nek misale ono kecelakaan ra pake helm, sangat riskan akan kehilangan nyawa.

Walaupun bermotor hanya menggunakan kaos dalem, trus hanya pakai kolor, dengan intrument kendaraan lengkap, dihelm pula, terus di hentikan oleh petugas, ga ada urusan untuk ditilang , lha wong lengkap kok, iyo po iyooo? trus nek pakai sarung tangan dapur kepriye? opo ditilang? yo ooora, trus opo termasuk regulasi? yo ora juga, lha terus nyapo sampean kok ngurusi? lha wong ga menyalahi aturan kok, hyooo trus piye jal...??? nah maka dari itu etika berkendara harus di utamakan.


Sejatine iku bukan sarung tangan dapur, melainkan adalah inovasi dari produsen untuk mengikuti tren yang ada, Nah paradigma harus dirubah, saya ga melarang seperti itu, cuman lha mbok iya o, nek misale berkendara itu dibikin senyaman mungkin nek misale nyaman kan berkendara jadi aman, kita ga merasa was was, bila terjadi sesuatu yang ga diinginkan, setidaknya bila nyaman dan aman nek istilahe wi "Safety", kan meminimalkan cidera yang ada.

Berikut adalah kutipan dari I Gusti Agung Budi Dharma, instruktur safety riding dari Astra Motor Mataram, yang saya comot dari otomania.
Model sarung tanganya itu menempel di setang, bukan seperti sarung tangan biasa yang dipakai di telapak tangan. Kalau untuk melindungi panas matahari mungkin bisa, tapi kalau dari tabrakan atau jatuh malah justru memperburuk keadaan, Sarung itu mengikat pada setang, jadi tangan cukup dimasukan saja saat berkendara. Ini berbahaya saat terjadi kecelakaan karena ruang gerak tangan yang tidak bisa leluasa, bahkan justru membuat lebih celaka karena otomatis tangan menyangkut pada setang motor yang mengurangi dan menghalangi reflek tangan bekerja.
Nah seperti itu kira kira penjelasan dari mas Budi yang notabene sebagai instruktur safety,  dari pabrikan ternama lho, makanya disinilah etika berkenda itu berperan penting, kita tuh menganut budaya ketimuran, yo harus punya etika, walaupun itu di jalan raya yo harus punya etika.

Hatur nuhun,.. Arrivederci...
Share on Google Plus

About djohn kashafa

Djohn mereka memanggil saya, macrofotography adalah hoby saya, tertarik di dunia otomotif karena saya sangat awam, tulisan di blog ini rata rata berawal dari kekepoan saya di dunia otomotif "keep in smile, and don't forget to happy "