Tengah Jadi Tren,Teknologi Variable Valve (VV) Nyatanya Teknologi Lama

SR-VVT (Suzuki Racing - Variable Valve Timing)
Roadstreets - Setahun lalu buanyak yg pemberitaan tentang VV ini, karena memang tak asing di telinga saya tetang teknologi ini,ya memang karena sudah lazim di dunia perotomotifan khususnya roda 4, lha  kok kenapa bisa jadi tren?notabene kan itu teknologi lama? nyang menjadikannya VV ini gonjang ganjing di dunia blogsphere karena teknologi ini di terpakan di roda dua pakdhe,wuiiihh emang iso? lha yo iso to buktinya N-max ada embel embel VVA.

Da sabenerna mah teknologi ini sudah hampir semua pabrikan mengaplikasikanya pada kendaraan produksi mereka, mulai dari Ducati, Kawasai, Honda, Suzuki, dan hampir semua pabrikan khususnya di motor yg ccnya gede (cmiiw), Ducati pada EICMA 2014 lalu telah memamerkan teknologi DVT pada Multistrada 1200. Opo iku DVT? Desmodromic Variable Timing yaitu teknologi berupa pengaturan buka-tutup klep yang bervariasi (berubah-ubah durasinya).

Desmodromic Variable Timing - Ducati
Kumaha pabrikan sanesna? Kawasaki menerapkan prinsip kerja VV ini di Kawasaki Concours/1400GTR, kemudian Honda dengan V-tec nya di motor VFR800, lalu Suzuki Bandit 400 kemudian yang paling anyar di cangkokan ke Suzuki GSX-R1000 keluaran tahun 2017 ini memakai SR-VVT (Suzuki Racing - Variable Valve Timing ), namanya beda tapi prinsipnya tetep sama, podo karo sistem injeksi Honda dengan PGM-FI, Yamaha dengan YMJet-FI, DCP-FI pada Suzuki, padahal podo wae itu injeksi injeksi juga.

Pada dasarnya teknologi VV adalah mengoptimalkan torsi mesin pada setiap kecepatan dan kondisi pengemudian yang membuat konsumsi BBM menjadi lebih efisien dan menurunkan emisi bahan bakar. Jadi motor yang memakai teknologi VV ini diajak irit bisa, dijakan ngebut pun bisa, karena VV akan aktif apabila pas tarik gas poll rem 1/4, ahahahaaa,....

VVA-Yamaha (Variable Valve Actuation)
Ini pertanda bagus buat para konsumen yang mendambakan sensasi irit tapi pas keaadaan mengharuskan kekebutan motor bisa diajak ngacir, berbeda jika belum menggunakan teknologi ini, motor jika stelan irit ya tenagane ora ono, dan jika stelan di ngebut ya pasti buuoros to bahan bakarnya,...

Pije jal podo karo era injeksi 5 tahun kebelakang, nek motornya belum injeksi dijamin boros dan ketinggalan jaman, podo karo sistem VV iki, pabrikan wajib menerapkan teknologi ini jika pengen eksis penjualannya, coba bayangin benefit yg sampean dapatkan jika memakai produk yg pake VV, wis injeksi mestine irit di tambah VV lho iso di ajak wuss wuss, irit tapi iso ngacir,.., wis sesuatu tenan pokokmen,...

Monggo pabrikan kedepanya bila munculin produk pertimbangkan teknologi ini kalo ga mau di cap pabrikan ketinggalan jaman, konsumen pun bebas memilih, pake DVT silahkan, ingin yang VVA boleh, pengen yang SR-VVT monggo kerso,... wis bebas milih nek pilihannya banyak mah,...

Vtech - Honda
Haturnuhun,... Arrivederci,...
Share on Google Plus

About djohn kashafa

Djohn mereka memanggil saya, macrofotography adalah hoby saya, tertarik di dunia otomotif karena saya sangat awam, tulisan di blog ini rata rata berawal dari kekepoan saya di dunia otomotif "keep in smile, and don't forget to happy "